Salah Satu Hikmah Malam al-Qadar “ disembunyikan”
Salah Satu Hikmah Malam
al-Qadar “ disembunyikan”
salah satu
alasan mengapa terjadinya malam al-Qadar tidak di ketahui secara pasti dan
senantiasa berpindah-pindah di antara sepuluh malam terakhir ramadhan menurut
pendpat lain yang kuat agar hamba senantiasa sungguh-sungguh beribadah di
setiap malam tersebut dengan harapan pada malam itulah terjadi malam al-Qadar.
Dengan begitu akan mendorong hamba untuk kuat beribadah, jujur dalam
memanjatkan doa di setiap malam, sehingga dapat membantu dirinya untuk
menjalani kehidupan di sepanjang tahun
diantara
keberkahan malam al-Qadar Allah berfirman yang artinya “sesungguhnya kami
menurungkan pada suatu malam yang diberkahi dan ssesungguhnya kami-Lah yang
memberi peringatan (al-Qadar:3) diantara keberkahan malam tersebut: melakukn
ibadah di malam tersebut setara dengan ibadah selama 1.000 bulan, yaitu ibadah
yang dilakukan selama 83 tahun 4 bulan, pada malam tersebut al-Quran di
turungkan, pada malam tersebut banyak malaikat yang akan turun ke bumi membawa
kebaikan dan rahmat, setiap orang yang menhidupkan malam tersebut dengan
ibadah, dengan hatii yang penuh keimanan kepada Allah dan menharapkan ganjaran
pahala dari-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu,
malam tersebut merupakan momen doa-doa dikabulkan. itulah mengapa Rasulullah
saw. menasehati Aisyah ra untuk memanjatkan doa yang doanya “Ya, Allah,
sesungguhnya engkau maha pemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah
kesalahanku.
Tanda-tanda
malam al-Qadar di malam al-Qadar terdapat cahaya terang bersinar, kondisinya
sejuk, tidak panas, tidak pula dingin, saat itu, langit bersih, tidak dipenuhi
bintang, tidak pula tampak meteor. di pagi harinya, matahari terbit dengan
sinar yang tidak menyengat. Allah menyembunyikan agar kita mampu
bersungguh-sunggu dalam mencari keberkahanya Setiap muslim hendaknya menjauhi tindakan
ceroboh seperti mengirimkan imformasi tanpa dalil yang menyatakan bahwa pada
malam kesekian akan terjadi malam al-Qadar. Hal tersebut justru akan melemahkan
semnagt untuk beribadah hingga bulan ramadhan berakhir. Padahal yang dituntut
adalah adanya kesinambungan dalam beribadah dan berdoa di malam-malam terakhir
ramadhan, karena didalamnya ada malam al-Qadar, malam di mana rezeki dan ajal
dibagikan
Penentuan
malam al-Qadar al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan artinya “ulama
memunculkan beragam pendapat yang demikian banyak dalam menentukan kapan
terjadinya malam al-Qadar. Hasilnya, dihadapan kita terdapat lebih dari 40
pendapat dari mereka terkait hal tersebut. Hal yang sama juga terjadi dalam
penentuan waktu mustajab ketika berdoa di hari jumat. Kedua hal ini memiliki
kesamaan, dimana waktu terjadi keduannya tidak dinyatakan dengan jelas agar
kita bersemangat dalam mencari keduanya Ibnu Utsamin rahimahullah mengatakan “pendapat
terkuat menurut para ulama adalah malam al-Qadar itu dapat berpindah. Bisa jadi
malam al-Qadar terjadi pada malam 21, 23, 25 ,27, atau malam 29 dan bisa juga
terjadi pada malam-malam genap malam yang paling diharapkan terjadi malam
al-Qadar malam ke 27 merupakan malam yang paling diharapkan terjadi malam
al-Qadar. Rasulullah saw. senantiasa mengumpulkan keluarga, istri beliau, dan
para sahabat pada malam tersebut untuk melaksanakan salat yang di imami beliau
hingga tiba sahur.
An-Nu’man bin
Basyir ra berkata “kami salat tarawih di bulan Ramadhan bersama Rasulullah saw.
pada malam 23 hingga sepertiga malam pertama, kemudian kami salat lagi pada
malam ke 25, hingga pertenghan malam, kemudian beliau mengimani kami pada malam
ke 27 hingga akhir malam, sampai kami khawatir tidak bisa mengejar sahur.” carilah
dimalam terakhir meski malam 27 Ramadhan telah berlalu, namun bulan Ramadhan
belum sepenuhnya berakhir, setelahnya masih terdapat malam ke 29 yang juga
merupan malam yang agung dan boleh jadi malam al-Qadar terjadi pada malam
terakhir bulan ramadhan berdasarkan sabda Nabi saw. artinya “Carilah malam
al-Qadar pada mala terakhir” alasan lain, hadis yang menerangkan terampuninya
dosa seorang yang melakukan qiyam di bualn ramadhan, berkonsekuensi keutamaan
tersebut di peroleh bagi orang yang menyempurnakan Qiyam ramadhan hingga malam
terakhir. dengan begitu mintalah pertolongan Allah agar anda dapat berzikir,
bersyukur, dan menunaikan ibadah kepada Allah dengan maksimal.

Komentar